Jadikan SNM-PTN Kesempatan Kedua

Detik menegangkan dirasakan peserta UMB menjelang pengumuman. Dan bila nomor ujian tak ada di barisan angka pengumuman, kekecewaan pasti menghinggapi. Namun SNM-PTN setidaknya akan menjadi pelipur lara.
Telepon di ruangan Kepala Biro Akademik dan Pembantu Rektor (PR) I Unhas hampir tak pernah berhenti berdering, Kamis (22/5). Pegawai dari kedua ruangan itu bergantian menjawab deringan telepon. Ada banyak pertanyaan dari para orang tua calon mahasiswa mengenai proses serta persyaratan pendaftaran ujian masuk di Unhas.
Karena tahun-tahun sebelumnya, Unhas belum pernah menyelenggarakan penyaringan mahasiswa baru seperti Ujian Masuk Bersama (UMB). Banyak orang yang berminat kuliah di kampus merah masih belum akrab dengan prosedur UMB yang dibuka pada 27 Mei hingga 4 Juni ini. Banyak calon mahasiswa dan orang tuanya penasaran dengan adanya UMB dan meminta penjelasan lebih lanjut ke bagian akademik Unhas.
Sejumlah sosialisasi belum juga memberikan informasi yang cukup bagi pelajar di tingkatan SMA yang telah megikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). Hardiyanti misalnya. Siswa asal Sinjai ini mengaku bingung akan mengikuti UMB atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN). Hardiyanti khawatir tentang biaya awal saat melakukan pendaftaran ulang. “Jangan sampai biaya masuk melalui UMB lebih besar daripada mahasiswa yang diterima melalui SNM-PTN,” ungkapnya.
Menjawab kekhawatiran itu, PR I Prof Dadang A Suriamihardja menjamin tidak ada perbedaan biaya masuk dari keduanya. Tidak ada uang pangkal bagi yang lulus UMB. Sama saja bayarannya, seperti pembayaran spp, lulusan UMB dan SNM-PTN.
Bedanya hanya pada biaya pengambilan formulirnya yang selisih 25 ribu. Dimana formulir UMB sedikit lebih mahal daripada SNM-PTN. PR I menambahkan bahwa UMB ini terselenggara untuk menjaring bibit unggul lokal. Sebab dalam UMB, persaingan hanya terbatas pada lima universitas sedang SNM-PTN lebih dari 50 universitas. Dadang menambahkan bahwa peluang masuk lewat UMB lebih besar daripada SNM-PTN. Kuota yang tersedia pada UMB yaitu 70 persen, sementara SNM-PTN hanya sebesar 30 persen. Itu belum mutlak, karena tetap akan mengacu pada standarisasi kualitas.
Masalah lain juga muncul berkaitan UMB. Banyak kerisauan seperti saat mendaftar UMB belum memiliki Surat Tanda Kelulusan (STK). Lantas bagaimana kalau lulus UMB tapi tidak di UAN? Saat ini diutarakan ke Dadang, ia mengatakan bagi siswa yang tidak lulus UAN dan dia lulus UMB, tetap diberikan kesempatan untuk ikut ujian paket C di sekolahnya. Setelah itu, baru bisa mendaftar ulang jika dinyatakan lulus.
Pelaksanaan UMB khusus di Makassar hanya dilaksanakan oleh Unhas kerjasama dengan empat universitas di luar Sulawesi. Seperti Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah. Dengan kerjasama itu, peserta UMB tidak hanya bisa mendaftar di Unhas. Akan tetapi, mereka juga bisa memilih dari empat universitas tersebut.
Menanggapi pelaksanaan UMB perdana di Unhas, pakar pendidikan asal UNM Dr H M Arifin Ahmad MA mengatakan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru seperti UMB sangat bagus. Terutama dalam hal menjaring bibit unggul lokal. Arifin yang juga menjabat PD I Fakultas Ilmu Pendidikan UNM menambahkan bahwa sistem ini bisa saja diikuti universitas lain di Makassar jika terbukti sukses dalam pelaksanaannya. Aryanto Abidin, mahasiswa Jurusan Perikanan 2001 turut memberikan, “Dari sisi kesempatan untuk masuk perguruan tinggi, UMB bagi saya lebih bagus. Kedua, tidak bisa dipungkiri bahwa universitas mencari tambahan dana dari faktor lain. Bayangkan kalau peserta UMB yang mendaftar sekitar lima ribu lalu yang diterima hanya dua ribu. Selisih biaya pendaftaran itulah yang menjadi tambahan dana bagi universitas. Tapi, ini jauh lebih bagus ketimbang universitas menaikkan SPP mahasiswa. Ke depannya juga akan kita lihat, apakah UMB ini tidak ada pengaruhnya pada SPP mahasiswa,” tanggapnya
Sabtu-Minggu (7-8/6) yang lalu, tes UMB telah dilangsungkan. Amirah, peserta UMB itu terlihat kurang berseri saat keluar dari ruangan ujiannya di SMUN 1 Makassar, Minggu (8/6). Pelajar asal Luwu Timur ini pesimis akan lulus UMB. Menurutnya soal yang dikerjakannya pada UMB tahun ini terasa sulit. Tapi jika tidak lulus UMB, ia masih menyimpan harapan untuk bisa lulus di SNM-PTN yang diadakan 2-3 Juli mendatang.
Sebuah kabar burung tersiar pula sekaitan SNM-PTN. Konon yang ikut UMB tidak lagi dibolehkan mendaftar SNM-PTN. Kabar itu segera ditampik PR I. “Peserta yang tidak lulus melalui UMB, masih mempunyai peluang masuk Unhas melalui SNM-PTN,” terangnya. Inilah kesempatan kedua yang dibuka Unhas. Tapi berbicara peluang tentunya makin tipis. Selain sisa kuota yang tinggal 30 persen, juga harus bersaing dengan peserta yang mendaftar dari 50 lebih universitas di berbagai penjuru Indonesia.
Hry/ Ayh
Selanjutnya!


